GALIH PRAKOSO

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Senin, 13 April 2015

Langkah-langkah Konfigurasi DNS Server di Debian 7

 GALIH_PRAKOSO     18.40     Debian Server     18 comments   

DNS atau Domain Name System, adalah sebuah server yang berfungsi menangani translasi penamaan host-host kedalam IP Address, begitu juga sebaliknya dalam menangani translasi dari IP Address ke Hostname/Domain. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya, bukan domainnya. Akan tetapi, manusia jauh lebih sulit dalam mengingat angka-angka dibanding dengan huruf. Contohnya saja, lebih mudah mana mengetikkan alamat ip 118.98.36.20 di browser dibandingkan dengan mengetik domain www.google.com saja? Tentunya lebih mudah mengingat yang www.google.com bukan? Untuk itulah DNS Server dibuat,dimana alamat IP akan diubah menjadi domain, begitu pula sebaliknya. Aplikasi DNS yang paling sering digunakan di debian adalah bind9

Berikut langkahnya:

1. Install terlebih dahulu Bind9, dengan perintah #apt-get install bind9


2. Masuk ke direktori bind, dengan cara ketik #cd /etc/bind


3.  Edit file nano.named.local, dengan perintah #nano named.conf.local
4. Tambahkan perintah berikut:
     zone "krisma.net" {
     type master ;
     file "/etc/bind/db.krisma" ;
     };

     zone "24.168.192.in-addr.arpa" {
     type master ;
     file "/etc/bind/db.192" ;
     };


 5. Salin file agar lebih mudah, dengan cara #cp db.local db.krima dan #cp db.127 db.192


6. Edit file db.krisma, denagn cara #nano db.krisma
7. Lalu edit seperti gambar berikut.


8. Edit file db.192, denagn cara #nano db.192
9. Lalu edit seperti gambar beriokut.


 10. Restart bind9 agar kita bisa tahu apakah sudah benar atau belum, dengan cara #service bind9 restart


11. Jika sudah di restart kemudian lihat file /etc/resolv.conf, dengan cara #cat /etc/resolv.conf pastikan Ip anda berada di deretan paling atas.


12.  Jika Ip anda belum berada di deretan paling atas atau bahkan tidak ada, edit file /etc/resolv.conf dengan cara #nano /etc/resolv.conf seperti gambar berikut.
  

13. Lihat lagi file /etc/resolv.conf


14.  coba periksa DNS apakah dns anda sudah jalan atau belum , pertama anda
test langsung di server dengan perintah #nslookup krisma.net dan #nslookup www.krisma.net
15. Jika ada hasil yang bertuliskan “ **
server can't find smk.net.smk.net: SERVFAIL
” maka konfigurasi anda mungkin ada yang
masih salah ataupun kurang lengkap.


16. Ubah konfigurasi ip komputer anda, masukkan ip server anda di kolomDNS Server.


 17. Cek di browser anda,dengan cara ketikkan domain anda krisma.net jika It works! maka sudah berhasil.


Sekian informormasi dari saya, semoga bermanfaat :)
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 11 April 2015

Cara Menambah User pada Proxmox

 GALIH_PRAKOSO     02.27     Proxmox     1 comment   

Berikut langkahnya :

1. Buka proxmox anda, isikan username dan password anda.


2. Jika sudah masuk ke proxmox anda lalu pilih Create VM
3. Beri nama user anda.


 4. Pilih SO yang ingin anda pakai.


 5. Pilih ISO pada kolom ISO Image.


 6. Pilih Next.


 7. Pilih Next lagi.


 8. Pilih Next lagi.


 9. Pilih Next.


10.  Pilih Finish.


11. Kemudian user anda akan masuk ke proxmox.


 12. Klik usr anda lalu pilih Start.


 13. Pilih Console, Nah.... akan muncul tampilan awal menginstall Debian Server.


Cukup sekian dari saya semoga bermanfaat :)

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Jumat, 10 April 2015

Belajar Bersama tentang Debian di BLC Telkom

 GALIH_PRAKOSO     17.00     1 comment   

Pada hari ini saya dan teman-teman yang ada di BLC Telkom Klaten belajar bersama membahas tentang Debian Server.

Berikut dokumentasinya:










Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 09 April 2015

Cara Instalasi Proxmox

 GALIH_PRAKOSO     18.24     Proxmox     1 comment   








1. Masukan CD atau Flasdisk yang sudah ada master instalasi proxmox, lalu setting first boot dengan media yang kita gunakan, jika sudah muncul tampilan ini, lalu Enter.



2. Lalu klik atau tekan Enter pada persetujuan lisensi proxmox.


 
3. Lalu pilih hardisk yang ingi kita instal proxmox, lalu klik Next.




4. Lalu, isi country atau negara anda, karena saya berada di indonesia, maka saya isi indonesia,lalu klik Next.




5. Lalu isikan password untuk login proxmox anda ,lalu isikan email anda, kemudian klik Next.




6. Lalu isikan, hostname, ip address, netmask, gateway, dan dns server yang anda sudah rencanakan, lalu jika sudah klik next.









7. Kemudian tunggu hingga, proses instalasi selesai.




8. Tunggu hingga selesai.


Semoga bermanfaat :)
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 08 April 2015

Pengertian Proxmox

 GALIH_PRAKOSO     01.03     Proxmox     1 comment   



Proxmox Virtual Environment adalah sebuah proyek open source yang di kembangkan dan di maintain oleh Proxmox Server Solutions GmbH di Jerman.
Proxmox VE adalah sebuah platform virtualisasi open source untuk menjalankan appliance dan mesin virtual.


Proxmox Virtual Environment (Proxmox V irtual E nvironment; PVE pendek) adalah pada Debian berbasis open source - platform virtualisasi dengan web interface untuk operasi dan manajemen peralatan virtual . Mendasari distribusi Linux sebagian besar tersembunyi dengan menggunakan antarmuka web, yang datang sebagai lingkungan pemerintah pusat untuk digunakan. Dengan demikian, sistem dalam hal ini lingkungan Citrix Xen atau VMware ESXi mirip, tetapi tidak seperti VMware ESXi mungkin - dan dalam kasus cluster yang dibutuhkan -Einrichtung - untuk bekerja secara interaktif dengan sistem Debian yang dimodifikasi . Saat ini, Proxmox VE saat versi 3.2 bekerja berdasarkan Linux 2.6.32 dan mendukung KVM berbasis tamu, serta OpenVZ Linux berbasis tamu dalam wadah. Menggunakan CD-ROM bootable, adalah mungkin untuk menggunakan x86-64 PC yang kompatibel (x86-64 dengan AMD-V atau IVT merombak) dalam platform virtualisasi yang komprehensif. Selain itu, ada versi untuk embedded system . Proxmox VE adalah bertanggung jawab atas Proxmox Server Solutions GmbH (Vienna, AT) yang dikembangkan.
 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 07 April 2015

MAC Address

 GALIH_PRAKOSO     22.03     1 comment   

MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh dalam lapisan model OSI, yang mempresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC Address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasi sebuah komputer, intrerface dalam sebuah router, atau node lain dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physcial address, atau hardware address

MAC Address mengizinkan perangkat-perangkat dalam jaringan agar dapat berkomunikasi antara satu dngan yang lain. sebagai contoh, dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet, setiap header dalam frame Ethernet mengandung informasi mengenai MAC Address dari komputer sumber (source) dan MAC Address dari komputer tujuan (destinasion).

Dalam sebuah komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network interface card/NIC) yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang bersangkutan ke jaringan. MAC Address umumnya tidak dapat diubah karena telah dimasukkan ke dalam ROM. Beberapa kartu jaringan menyediakan utilitas yang mengizinkan pengguna untuk mengubah MAC address, meski hal ini kurang disarankan. Jika dalam sebuah jaringan terdapat dua kartu jaringan yang memiliki MAC address yang sama, maka akan terjadi konflik alamat dan komputer pun tidak dapat saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Beberapa kartu jaringan, seperti halnya kartu Token Ring mengharuskan pengguna untuk mengatur MAC address (tidak dimasukkan ke dalam ROM), sebelum dapat digunakan.

MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 06 April 2015

Alamat IP

 GALIH_PRAKOSO     16.00     1 comment   

Alamat IP (Internet Protocol Address ) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPV4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPV6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Berikut ini beberapa Perbedaan IPV4 dan IPV6:

Kelas Pengalamatan

Di dalam IPv4 dikenal dengan kelas pengalamatan, yang terdiri dari 5 kelas. yaitu Kelas A,  B,  C,  D dan kelas E. Yang biasa di pakai yaitu kelas A, B, dan C, sedangkan Kelas D untuk multicast dan Kelas E untuk penelitian.

Sedang di dalam IPv6, tidak dikenal penamaan kelas-kelas tersebut. Tetapi di dalam IPv6 dikenal jenis pengalamatan, yaitu Pengalamatan Unicast, Pengalamatan Multicast, dan pengalamatan Anycast. Alamat Unicast dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu Alamat Link Local, Alamat Site Local, dan Alamat Global.

Routing

Di IPv4, memiliki jalur yang lebih lambat dalam melakukan routing, hal ini dikarenakan adanya pemeriksaan header MTU di setiap routing dan switching.
Sedangkan di IPv6, proses routing menjadi lebih sederhana. Dengan begini proses routing di IPv6 menjadi lebih sederhana dan cepat.

Mobile IP

Dukungan IPv4 terhadap mobile, sangat kurang. Karena IPv4 tidak diperuntukkan untuk sebuah mobile. Karena itu sering terjadi roaming. Sedangkan pada IPv6 mendukung sistem mobile di dalam desain IP. Jadi tidak salah IPv6 disebut juga sebagai Mobile IP.

Keamanan
Untuk menjaga keamanan IPv4 mengggunakan IPsec, sebagai fitur keamanannya. Tetapi sayangnya fitur ini hanya sebagai fitur tambahan. Sedangkan di IPv6, IPsec secara default telah digunakan. Jadi setiap proses akan melewati IPsec terlebih dahulu.
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebooka

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 04 April 2015

TCP dan UDP

 GALIH_PRAKOSO     21.30     1 comment   

TCP(Transmission Control Protocol/Internet Protocol) jika diterjemahkan adalah Protokol Kendali Transmisi/Protokol Internet, adalah gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
  • Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).     
  • Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
  • Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  • Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atasPublic Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
Pengalamatan

Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:

  • Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol(DHCP) (dinamis).
  • Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana <nama_domain> mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan <nama_host> mengidentifikasikan sebuah  komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.orgmerepresentasikan sebuah host dengan nama "id" yang terdapat di dalam domain jaringan "wikipedia.org". Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama "." (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.

Layanan
Berikut ini merupakan layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
  • Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan password'', meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959).
  • Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855)
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 dan RFC 822)
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai RFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002).
  • Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.
    Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
  • Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)
UDP(User Datagram Protocol), adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
Karakteristik UDP

UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
  • Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak bertukar informasi.
  • Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
  • UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
  • UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.
Penggunaan UDP
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
  • Protokol yang "ringan" (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasiDomain Name System.
  • Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)
  • Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).
  • Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.
Pesan-pesan UDP

Dalam header IP dari sebuah pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke antarmuka host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address akan diset ke alamat IP unicast dari sebuah host tertentu, alamat IP broadcast, atau alamat IP multicast.UDP, berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages). Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 02 April 2015

Setting Access Point

 GALIH_PRAKOSO     15.00     Access Point     1 comment   

1. Atur IP komputer anda, Sesuaikan dengan IP yang ada di Access Point dan harus satu subnet.


2. Buka browser anda, lalu tuliskan IP Access Point di AddressBar browser anda hingga muncul tampilan seperti ini.


3. Pilih menu Network, atur IP, Netmask dan Gateway. Beri IP Gateway sesuai dengan IP yang telah di setting di mikrotik sebelumnya. lalu Save.


 4. Atur lagi IP di komputer anda. beri IP terserah anda yang penting satu subnet dengan IP yang telah disetting sebelumnya. dan  beri gateway sesuai IP yang telah di sttinh di Access Point tadi.


 5. Buka browser anda lagi dan ketikkan IP Access Point yang telah di setting tadi.


 6. Pilih menu Wireless > Basic Setting. Beri nama sesuai keinginan anda di kolom SSID, dan atur negara di kolom Region. lalu Save


 7. Pilih menu DHCP Setting, Atur IP agar satu subnet dengan IP access point tadi.


 8. Jika sudah lalu Reboot


9. Pilih Oke untuk melanjutkan proses Reboot


 10. Jika proses Reboot sudah selesai lalu connect kan ke Access Point yang telah di setting sebelumnya.


 11. Buka Winbox anda.


 12. Jika sudah bisa masuk berarti access point sudah tersetting dengan benar.


 13. Cara yang lain untuk mengecek Access Point anda dengan cara ping semua IP yang telah di setting di mikrotik. Jika sudah Reply berarti sudah berhasil.


14. Selesai.

Selamat Mencoba :)
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 01 April 2015

Belajar Bersama di BLC Telkom Klaten

 GALIH_PRAKOSO     18.19     No comments   

       Pada hari ini kami berkumpul untuk belajar bersama teman-teman yang lain di BLC TELKOM Klaten, kali ini kami belajar tentang instalasi dan konfigurasi debian server, yang di bimbing oleh Mbah Suro Dhemit.

Berikut adalah dokumentasinya:









Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Categories

  • Access Point
  • Debian Server
  • Komputer Dasar Semester 1
  • Mikrotik
  • Proxmox
  • Ubuntu Server

Popular Posts

  • Laporan Pengamatan Komputer Dasar
    LAPORAN PENGAMATAN A. Definisi Komputer             komputer adalah seperangkat alat elektronik yang terdiri antara lain dari...
  • Pengertian Proxy dan Cara Konfigurasi di Deian
    Proxy server (peladen proxy) adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melak...
  • Langkah-langkah Konfigurasi DNS Server di Debian 7
    DNS atau Domain Name System, adalah sebuah server yang berfungsi menangani translasi penamaan host-host kedalam IP Address, begitu jug...
  • Cara Menjalankan PuTTY (Mobile SSH) di Handphone Android
    PuTTY selain bisa meremot server di komputer anda putty juga bisa dapat di jalankan melalui handphone anda terutama untuk handphone Android...
  • Langkah-langkah Konfigurasi FTP Server di Debian 7
    FTP adalah singkatan dari File Transfer Protocol, protokol untuk bertukar file melalui jaringan. FTP sering digunakan untuk mendownload seb...
  • Langkah-langkah Konfigurasi NTP Server di Debian 7
    NTP adalah singkatan dari Network Time Protocol, sebuah protocol untuk meng-sinkronkan sistem waktu (clock) pada komputer terhadap sumb...
  • Langkah-langkah Konfigurasi phpmyadmin di Debian 7
    phpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL ...
  • Langkah-langkah Konfigurasi Mail Server Dan WebMail di Debian 7
    Mail Server adalah sebuah aplikasi yang menerima e-mail dari pengguna lokal (dari domain yang sama) maupun pengirim remote dari jaringan...
  • Setting Mikrotik Offline
    1. Atur Ip komputer anda dan sesuaikan dengan IP Mikrotik 2. Buka WinBox anda, Klik pada bagian kotak kecil yang ada di dekat tulisan Co...
  • Cara memanjat Tower dengan baik dan benar
    Pada postingan kali ini saya akan berbagi sedikit tentang cara dan teknik-teknik dalam memanjat tower. dalam memanjat tower paling tidak ...

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Laporan Pengamatan Komputer Dasar
  • ►  2016 (5)
    • ►  September (5)
  • ►  2015 (53)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (21)
    • ►  Maret (27)

Total Tayangan Halaman

Informasi Saya

Mengenai Saya

Foto saya
GALIH_PRAKOSO
Lihat profil lengkapku

Pages

  • Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.
Semoga bermanfaat :)

PMSD 2016

Copyright © GALIH PRAKOSO | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates